Beberapa bulan terakhir ini aku sempat menonton beberapa episode Silet di RCTI. Bukan karena ada berita mengenai artis, tapi lebih karena penasaran mengapa tayangan infotainment yang dulunya menyuguhkan berita-berita kehidupan artis kini bergeser menjadi tayangan berbau fenomena alam yang cenderung klenik. Mungkin, mungkin lho, karena acara berbau klenik ini digemari masyarakat Indonesia ya ?
Dengan mengambil sumber dari forum-forum di internet, youtube, dan lain-lain tayangan silet terkesan membesar-besarkan sebuah topik, tanpa mencari terlebih dahulu fakta yang sebenarnya dari topik tersebut.
Yang terakhir adalah berita mengenai Merapi, dengan berbekal teori bahwa pada saat bulan purnama atau bulan mati akan terjadi gaya gravitasi yang besar antara Bumi dan Bulan, tim Silet dengan sembrononya memprediksikan pada tanggal 7 atau 8 Nov 2010 akan terjadi letusan hebat gunung Merapi dengan jarak luncur wedhus gembel-nya hingga lebih dari 40km.
Prediksi ini berlandaskan apa ? Lha wong kata ahli vulkanologi (lupa namanya, kemarin di wawancara di Metro TV), kini Merapi sudah berubah sifatnya, yang asalnya selalu ‘melelehkan’ lava dari puncaknya kini menjadi menyemburkan material vertikal ke udara. Hal ini disebabkan kandungan magma di dekat puncak Merapi sudah ‘habis’ sehingga lontaran material berupa batu, abu vulkanik selalu vertikal ke atas karena tidak ada penghalang lagi yang berarti. Sedangkan jarak luncuran wedhus gembel justru akan cenderung berkurang jaraknya dibandingkan letusan 26 Okt dan 3 Nov.
Tahukan para pembuat tayangan Silet ini bahwa acara mereka disaksikan oleh jutaan penduduk Indonesia yang di dalamnya termasuk juga warga Yogyakarta baik pengungsi maupun bukan ? Berita ini sungguh-sungguh meresahkan masyarakat luas, karena mereka tidak menggunakan sumber informasi yang kuat. Alih-alih menayangkan informasi dari para ahli yang kompeten lebih lama, justru mereka menayangkan pendapat dari paranormal dengan durasi lebih panjang daripada penjelasan para ahli vukanologi. Mungkin dalam benak mereka paranormal pun merupakan ahli yang berkompeten
Ya sudahlah, semoga para pembuat berita bisa lebih baik menayangkan sesuatunya, dipikirkan terlebih dahulu dampak yang akan timbul jika acaranya ditayangkan, dsb dsb.
Untuk saudaraku di Yogya dan daerah yang terkena musibah lainnya, semoga kalian diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Amin.
-6.398960
106.738466
Komentar terbaru