09
Sep
08

Assalamualaikum, Bu Haji

“Silakan mampir bu Haji”
“Mau beli apa, bu Haji ?”
“Assalamualaikum, bu Haji”

Demikianlah sapaan-sapaan dari beberapa pedagang kepada ibuku ketika aku mengantarkan beliau berbelanja di pasar beberapa tahun yang lalu. Aku dan ibuku cuma mesem-mesem saja mendengar sapaan tersebut, wong ibuku belum sempat menunaikan ibadah Haji pada saat itu.

Aku pikir, ini pedagang sotoy banget, menyapa dengan embel-embel ibu haji, atau mencoba mengambil hati agar dagangannya laku. Memang sih perlakuan ini menjadi sering diterima ibuku setelah ibuku menggunakan kerudung jika bepergian keluar rumah. Bahkan seorang kerabat di Jakarta pernah menyeletuk “Wah, sekarang sudah jadi ibu Haji ya, kapan menunaikan ibadah hajinya ?”

Mereka-mereka yang kelihatannya sok tahu dengan menyapa pak Haji atau ibu Haji kepada orang yang belum menunaikan ibadah haji itu ternyata akibat kebiasaan turun-temurun sejak jaman Belanda lho.

Dimasa penjajahan Belanda, aktifitas menunaikan ibadah Haji di kontrol dengan sangat ketat, sebab kebanyakan dari tokoh pergerakan yang menentang kolonialisme Belanda adalah mereka yang pulang dari berhaji.

Salah satu kontrolnya adalah dengan memberikan semacam ujian sepulang dari Tanah Suci. Sayang, sampai saat ini aku belum mendapatkan informasi seperti apa ujian yang diberikan kepada mereka yang baru pulang berhaji. Yang lulus dari ujian ini akan mendapatkan semacam sertifikat bahwa yang bersangkutan telah berhaji. Surat itu juga menerangkan bahwa yang bersangkutan berhak menggunakan simbol-simbol haji seperti sorban, jubah, peci, kerudung dan lain-lain.

Simbol-simbol inilah yang menjadikan status haji sebagai lambang status sosial yang bersangkutan di lingkungan sekitarnya hingga kini. Masa kini, penggunaan simbol-simbol seperti itu tidak ada aturannya, semua orang boleh pakai tanpa harus pergi haji terlebih dahulu. Nampaknya, karena tidak ada aturan tersebut kemudian masih adanya kebiasaan yang turun-temurun inilah orang-orang sering salah menyebut Haji kepada orang yang belum berhaji. Tapi, sebenarnya tidak apa-apa, hitung-hitung orang tersebut mendoakan agar orang yang disapanya bisa segera berhaji. Amin.


0 Responses to “Assalamualaikum, Bu Haji”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Pengunjung

Blog Stats

  • 396,678 hits

Yang Lagi Baca Cingciripit

website stats

Yahoo! ID : king_mercury95

Kalendar

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip


%d blogger menyukai ini: