05
Mar
08

Atep : “Hate Mah teu Bisa Dibohongan”

DARAH lebih kental daripada air. Walaupun telah lama malang melintang bersama klub di luar Bandung, Atep Ahmad dan Airlangga Sucipto yang berdarah Sunda memutuskan untuk berlabuh di Persib. Alasan sebagai orang Sunda diusung keduanya.

Bergabungnya Atep dengan “Pangeran Biru” tentu mengagetkan, karena merapatnya gelandang serang Persija itu sempat diwarnai sejumlah kontroversi.

Cap “kacang lupa pada kulitnya” pernah dialamatkan kepada Atep. Saat itu, Atep diberitakan marah karena salah satu media nasional memuat kabar jika dirinya telah resmi bergabung dengan Persib.

Isu ini terus berkembang karena Atep secara pribadi sulit untuk dihubungi. Ketika “PR” sempat menelefonnya, dengan alasan tidak jelas pemain kelahiran Cianjur 5 Juni 1985 itu memutuskan pembicaraan.

Tak lama berselang, nama Atep kian rusak dengan munculnya kabar jika nilai kontrak Rp 1,2 miliar diminta gelandang yang memperkuat Timnas U-20 untuk Pra Piala Asia (PPA) 2003 itu.

Ditemui di Hotel Savoy Homann, Selasa (4/3), Atep membantah semua rumor tersebut. “Itu hanya isu. Saya juga tahu diri. Tidak mungkin minta kontrak sebesar itu. Kalaupun saya sempat sulit dihubungi, karena waktu itu saya lagi ada masalah. Saya ingin menenangkan diri sambil menikmati liburan,” katanya.

Lagipula, menurut Atep, keinginan untuk kembali merumput bersama Persib telah dipendamnya cukup lama. Sebenarnya, musim lalu pun ia sudah ingin kembali ke Persib.

“Hate mah teu bisa dibohongan. Dari dulu juga udah pengen main di sini. Mudah-mudahan tahun ini Persib bisa jadi juara. Pelatih bagus, pemain bagus, manajemen juga bagus,” tutur pemain yang sudah memperkuat Persija sejak 2005 itu.

Lain Atep lain pula Airlangga. Bergabungnya striker Deltras tiga musim berturut-turut, sejak Liga Indonesia XI, itu bersama skuad Persib terbilang sepi dari pemberitaan. Semula, pemain berjuluk Wayne Rooney dari Deltras itu sempat dikabarkan bergabung dengan Persija.

“Manajemen Persija memang sempat menghubungi saya, tapi sampai saat ini tidak ada kepastian. Lagian saya juga orang Sunda, tentu ingin di Persib. Soal domisili orang tua bukan alasan untuk bergabung dengan Persija,” kata pemain kelahiran Jakarta, 22 November 1985 itu.

Airlangga lahir dari ibu dari Babakan Siliwangi dan ayah dari Jawa Tengah. Saat ini kedua orang tuanya tinggal menetap di Jakarta. (Rika/”PR”)***

[ http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=14419 ]


0 Responses to “Atep : “Hate Mah teu Bisa Dibohongan””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Pengunjung

Blog Stats

  • 396,678 hits

Yang Lagi Baca Cingciripit

website stats

Yahoo! ID : king_mercury95

Kalendar

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip


%d blogger menyukai ini: