06
Jan
08

Learning By Doing

https://i2.wp.com/www.smart-kit.com/wp-content/uploads/2007/04/sleep-learning.jpgLearning by doing, push it to the limit, adalah dua jargon yang selalu terngiang-ngiang kalau aku sedang mempelajari sesuatu. Meskipun jargonnya terdengar hebat, tapi pelaksanaannya itu yang susah. Kalau tidak ada trigger keterpaksaan, progress pembelajarannya dijamin lambat bahkan stagnan. (Paragraf pertama sudah banyak kata-kata asing nih, kelihatannya gaya padahal aku sendiri gak ngerti:mrgreen: )

Di kantor yang baru ini aku sudah nyaris bekerja selama tiga bulan, tapi ilmu yang didapat masihlah sangat minim. Yang paling berat adalah harus mengejar ketertinggalan ilmu di area telco yang baru kali ini aku masuki. Meskipun aku ditempatkan di divisi IT tapi istilah-istilah aneh yang belum pernah aku dengar/baca selalu berseliweran tiap hari.

Ada satu kejadian, ketika aku menanyakan ke teman-temanku mengenai kepanjangan dari sebuah singkatan istilah telco. Tidak ada yang tahu apa kepanjangannya meskipun mereka tahu ‘benda’ apa yang dimaksud. Kata teman tadi, disarakan aku menanyakan ke orang Network, karena disanalah area-nya. Tahu gak apa yang terjadi, ternyata orang Network tadi menjawab persis apa yang dijawab oleh temanku, gak tahu kepanjangannya tapi mengenali bendanya. Terus terang, ini membuatku agak tenang bekerja disini😀

Kemarin, aku dikenalkan kebeberapa rekan dari divisi NOC (apa coba kepanjangan dari NOC ?). Ya, memang tidak berkenalan secara fisik, baru sekedar tersambung via yahoo messenger. Yang membuat aku semangat adalah request-request mereka yang otomatis membuat aku mencoba mempraktekkan apa-apa yang selama ini aku pelajari. Request pertama, kurang begitu menggembirakan, karena masalahnya tidak terpecahkan. Tapi tak apalah, soalnya itu bukan karena proses yang aku jalankan salah, melainkan ada sesuatu yang ‘macet’ di aplikasi buatan vendor. Terima kasih teman, besok-besok jangan sungkan request lagi, asal jangan susah-susah ya😆

And you know what, ternyata sistem yang aku tangani tidaklah rumit-rumit amat. Hanya karena sebelumnya tidak pernah dipraktekkan terlihat sangat rumit.

Aku jadi ingat ketika masih di kantor sebelumnya, ketika itu sedang develop aplikasi sistem kependudukan untuk kota Surabaya. Jargon Learning by Doing dan Push To the Limit sering diungkapkan oleh pimpinan. Betul, bahwa Learning by Doing sepertinya memang cocok untuk aku, tapi aku kurang setuju dengan Push To the Limit (ah, eta mah emang dasarna haroream we). Kalau kebablasan nge-push-nya, nanti bisa error. Kata seorang tokoh (tapi aku gak kenal), batas antara jenius dan gila itu sangat tipis.

[sumanget lipat ganda]


2 Responses to “Learning By Doing”


  1. 1 Sembudi
    Senin, 7-Januari-2008 pukul 8:58 pm

    sok sing getol digawe atuh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Pengunjung

Blog Stats

  • 396,745 hits

Yang Lagi Baca Cingciripit

website stats

Yahoo! ID : king_mercury95

Kalendar

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: