31
Des
07

Tahan Napas Selama Satu Tahun

http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2007/05/suyadi-pak-raden.gifWaktu aku masih sekolah di SD tahun 80-an film boneka Unyil adalah salah satu hiburan favoritku, mungkin karena saat itu yang namanya hiburan gratis masih sangat minim, salah satunya ya siaran TVRI.

Salah satu scene yang masih aku ingat sampai sekarang adalah pada saat pak Raden marah-marah karena mengira surat yang dikirimkan oleh kerabatnya diterima setelah melewati masa selama satu tahun. Padahal yang terjadi adalah sang kerabat mengirimkan pada akhir Desember dan diterima pak raden pada awal Januari tahun berikutnya😆

Scene tadi itu benar-benar teringat terus, hingga aku sempat-sempatnya terisnpirasi  untuk melakukan hal kurang berguna pada malam pergantian tahun. Aku pernah pipis pada saat pembawa acara di TVRI melakukan hitung mundur (tentunya aku pipis di kamar mandi dong), saat hitungan mendekati angka 0, dimulailah prosesi pipis tadi, ketika selesai waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 lebih sekian detik. Hahaha, lamanya aku pipis menghabiskan waktu selama satu tahun:mrgreen:

Pernah juga aku melakukan tahan napas selama satu tahun. Prosesnya ya mirip-mirip kejadian di atas, hanya tidak dilakukan di kamar mandi, di depan tipi juga bisa😀 Sampai saat ini hanya dua kejadian itu saja yang aku ingat, soalnya beberapa tahun selanjutnya aku habiskan dengan acara tidur selama satu tahun -gak kuat menahan kantuk!.

Soal gak kuat menahan kantuk itu juga berlanjut ketika aku sudah lulus SMA. Ceritanya, teman-temanku semasa SMA mengajak aku untuk ikut dalam perayaan tahun baru di Cimanggu, Ciwidey. Seingatku saat itu hanya kurang dari 10 orang yang hadir. Menjelang pukul 23 kami sampai di tempat tujuan. Saat teman-teman lainnya mengobrol, malah ada yang sudah ngeueum di kolam air panas, aku masih di mobil, tertidur pulas. Detik-detik pergantian tahun aku lewatkan dengan tidur persis tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, kata temenku, ada orang yang berdiri tidak jauh dari tempat kami berkumpul menembakkan pistol (?) ke udara beberapa kali lho, tapi aku tetap pulas tertidur.

Tahun baru 2002 mungkin jadi episode ‘mengenaskan’ dalam periode hidupku sampai saat ini. Saat itu aku tergabung dalam tim yang sedang mengembangkan aplikasi sistem kependudukan untuk kota Surabaya. Karena tanggal 2 Januari 2002 sudah diplot agar sistem sudah live, otomatis beberapa hari sebelumnya kami sudah berkeliaran di Surabaya. Teman-temanku ada yang kebagian men-setup hardware dan software di berbagai kecamatan yang jumlahnya ada 31, sedangkan aku kebagian menangani database kependudukan di kantor dinas kependudukan.

Kerja sampai larut malam sudah jadi santapan sehari-hari. Menjelang pergantian tahun pun, aku masih terperangkap di kantor dispenduk itu karena konversi database belum berhasil, belum lagi engine verifikasi masih banyak bolongnya. Kalau tidak dipaksa oleh supervisorku untuk segera pulang ke hotel mungkin aku bakal sampe shubuh di kantor itu.

Di hotel aku lebih memilih mengurung diri di kamar, padahal saat itu pihak hotel sedang mengadakan pesta tahun baru di pelataran parkir. Dari jendela kamar aku sempat lihat beberapa kembang api beterbangan berwarna-warni di angkasa. Ya, baru kali ini aku berada jauh dari keluarga pada saat pergantian tahun baru.

Saat aku menulis postingan ini sebenarnya aku sedang berada di kantor. Kantor dimana aku bekerja di sub-divisi yang tidak mengenal kata libur nasional (hanya dapat jatah libur dua hari dalam seminggu thok), tambahan lagi aku kebagian shift siang sampai malam. jadi nanti pas jam pulang kantor sudah tinggal beberapa jam lagi menuju ke tahun baru.

Hmm~ mending langsung ke Monas atau pulang ya ? Monas tinggal beberapa ratus meter lagi dari kantorku ini. Tapi kalau mengingat besok harus masuk kerja kayaknya enakan langsung pulang dan tidur saja deh (Yup, tanggal 1 Januari 2008 aku harus masuk kerja) lagi pula kayaknya kurang berkesan (kalau kata Ibu Puspita, guru PMP semasa SD, itu bertentangan dengan sila kedua Pancasila) merayakan tahun baru dengan berpesta sedangkan saudara-saudara kita di jateng dan jatim serta beberapa daerah lainnya sedang mengalami musibah.

Selamat Tahun Baru 2008 !

Jalan Sabang – Jakpus, 31 Desember 2007
koeli rendahan, anggota pasoekan Pélor*

*Pélor : Nempél bantal langsung molor


0 Responses to “Tahan Napas Selama Satu Tahun”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Pengunjung

Blog Stats

  • 396,745 hits

Yang Lagi Baca Cingciripit

website stats

Yahoo! ID : king_mercury95

Kalendar

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip


%d blogger menyukai ini: