01
Des
07

BIT, benda apakah itu ?

Bit itu tidak berwarna, berukuran, atau berbobot, dan dapat bergerak dengan kecepatan cahaya. Bit merupakan unsur atomik terkecil dalam DNA informasi. Sebuah bit memiliki dua keadaan on atau off, nyala atau mati, atas atau bawah, di dalam atau di luar, hitam atau putih, dan seterusnya. Untuk tujuan praktis, kita menyimbolkan sebuah bit sebagai 1 atau 0, apapun arti dari 1 atau 0 itu. Dalam tahap-tahap awal komputasi, rangkaian bit umumnya mewakili informasi numerik.

Coba berhitung dengan angka 1 dan 0 dan hapus angka-angka lain, hasilnya 1, 10, 11, 100, 101, 110 dan seterusnya. Angka-angka itu merupakan representasi biner dari angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan seterusnya.

Bit-bit selalu menjadi partikel yang mendasari komputasi digital, tetapi sejak tigapuluh tujuh tahun silam kita telah mengembangkan kosakata biner hingga mencakup lebih dari sekedar angka-angka. Kita telah mampu mendigitalisasi berbagai jenis informasi, seperti suara dan gambar, dalam bentuk 1 dan 0.

Mendigitalisasi suatu sinyal berarti mengambil sampel sinyal itu. Jika betul-betul rapat, sinyal itu dapat berfungsi sebagai replika yang sempurna. Dalam sebuah CD misalnya, suara disampel 44,1 ribu kali dalam satu detik. Bentuk gelombang suara (tekanan suara yang diukur sebagai tegangan listrik) direkam sebagai angka-angka diskrit (ya, itulah bit-bit). Rangkaian bit itu bila dimainkan kembali 44,1 ribu per detik memberikan suara musik asli yang kontinu. Potongan-potongan yang berturut-turut dan diskrit itu begitu cepatnya dimainkan sehingga kita tidak mendengar potongan-potongan itu sebagai suara yang terpisah-pisah, tetapi merasakannya sebagai irama yang kontinu.

Digitalisasi serupa dapat diterapkan pada foto hitam putih. Bayangkan suatu kamera elektronik sebagai kisi-kisi di atas selembar foto dan kemudian merekam tingkat keabu-abuan foto itu dalam setiap sel. Jika kita tentukan hitam = 0 dan putih = 255, maka setiap warna lain terletak di antara kedua angka itu. Rangkaian 8 bit untuk permutasi angka 256 adalah dari 00000000 hingga 11111111. Dengan gradasi yang bagus dan kisi yang bagus, Anda dapat membentuk gambar yang sempurna bagi mata manusia. tetapi, bila Anda menggunakan kisi yang kasar atau gradasi keabu-abuan yang tidak memadai, Anda melihat bercak digital seperti kontur dan blok.

Munculnya kontinuitas pixel itu serupa dengan fenomena atomik di dunia materi. Materi terbuat dari atom-atom. Permukaan atom logam tampak licin dan mengkilat, tapi pada skala subatomik, Anda bakal melihatnya berlubang-lubang. Logam itu tampak mulus dan padat karena keping-keping diskritnya sangat kecil. Seperti itulah keluaran digital.

Tetapi dunia kita sehari-hari sangat mirip dengan fenomena itu. Dari sudut makroskopik, dunia kita sehari-hari bukanlah dunia digital tapi kontinu. Tak ada yang tiba-tiba menjadi mati atau hidup, berubah dari hitam menjadi putih, atau berubah-ubah dari atu keadaan ke keadaan yang lain tanpa melalui transisi. tetapi, ini tidak berlaku pada tingkat mikroskopik. Benda-benda mikroskopik yang berhubungan dengan kita (elektron-elektron dalam sebuah kawat atau proton-proton di dalam mata kita) adalah benda diskrit. Tetapi jumlahnya begitu banyak sehingga kita memandangnya sebagai kontinu.

Ada beberapa keunggulan digitalisasi. Keunggulan yang nyata adalah kemampuan pemampatan data dan pengoreksian kesalahan yang sangat penting artinya dalam pengiriman informasi melalui saluran yang mahal. Pemancar, misalnya, dapat menghemat biaya dan pemirsa dapat mendengarkan suara atau melihat gambar berkualitas studio. tetapi, konsekuensi-konsekuensi bentuk digital jauh lebih penting daripada ini.

Bila kita menggunakan bit-bit untuk menyimpan suara dan gambar, jelas ada keuntungan jika kita bisa menggunakan bit-bit itu sesedikit mungkin. Ini mirip dengan kekekalan energi. Namun, jumlah bit per detik atau per centimeter persegi berkaitan langsung dengan kualitas musik atau gambar. Pada umumnya, orang mendigitasi pada resolusi yang sangat tinggi dan kemudian menggunakan suara atau gambar beresolusi rendah untuk keperluan lain. Misalnya, suatu gambar berwarna didigitalisasi pada resolusi yang sangat tinggi untuk dicetak, tetapi menggunakan resolusi yang lebih rendah untuk sistem penataan halaman di layar komputer. Nilai ekonomi dari bit-bit itu ditentukan oleh keterbatasan medium tempat bit-bit itu disimpan atau jalur pengirimannya.

Jumlah bit yang dapat ditransmisi per detik melalui suatu saluran (seperti kawat tembaga, spectrum radio, atau serat optik) dinamakan bandwidth. Bandwidth merupakan ukuran banyaknya bit yang dapat melalui suatu saluran. Kapasitas saluran harus disesuaikan secara cermat dengan jumlah bit yang dibutuhkan untuk mendapatkan tipe data tertentu (suara, musik, video) : 64.000 bit per detik baik untuk suara berkualitas tinggi, 1,2 juta bit per detik bagus untuk musik berkualitas tinggi, dan 45 juta bit per detik sangat bagus untuk mengirimkan video.

Sejak tahun 1980-an silam, kita telah memahami cara memampatkan bentuk digital mentah dari suara dan gambar dengan melihat bit-bit melalui waktu, tempat, atau kedua-duanya serta menghilangkan redudansi dan repetisi intrinsiknya. Sebenarnya, salah satu pemicu yang menyebabkan semua media menjadi digital dengan begitu cepat adalah munculnya teknik pemampatan yang sangat tinggi, jauh lebih cepat ketimbang yang disangka.

Awal 1990-an lalu, kebanyakan orang tidak percaya bahwa kita dapat memampatkan 45 juta bit per detik dari video digital mentah menjadi 1,2 juta bit per detik, saat ini kita dapat melakukan kompres dan dekompres serta mengkode dan menerjemahkan kode video dengan cepat, murah, dan berkualitas tinggi. Seolah-olah kita dapat membuat Cappucino beku yang begitu lezat, yang makin enak jika ditambah air, terhidang sebagaiminuman segar dan beraroma, layaknya di kafe Italia.

[Being Digital, Nicholas Negroponte, 1995]

https://i0.wp.com/blogs.zdnet.com/images/negroponte400amd.jpg


0 Responses to “BIT, benda apakah itu ?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Pengunjung

Blog Stats

  • 396,745 hits

Yang Lagi Baca Cingciripit

website stats

Yahoo! ID : king_mercury95

Kalendar

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip


%d blogger menyukai ini: