Bumi Citeureup Permai, Cimahi Utara, 2009 01 26
Pukul 1500 sayup-sayup terdengar takbir di mesjid yang lokasinya agak jauh dari kompleks Buciper. Cuaca sepertinya masih kurang bersahabat untuk bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian (GMS) dari kota Cimahi.
Pukul 1520 langit masih tetap berawan, berarti lewat sudah kesempatan untuk melihat kontak pertama bayangan bulan pada piringan matahari. Pengumuman sholat gerhana matahari berkumandang di Mesjid Baiturrahman.
Pukul 1546 sinar matahari mulai tampak, dan sangat terang. Segera aku ambil kamera digital yang sudah aku siapkan dari kemarin. Sial, rechargeable battery-nya gak mau diajak kompromi, padahal baru di-charge tapi gak bisa dipakai motret
Akhirnya dengan mengandalkan kamera handphone dan klise yang ‘terbakar’ sebagai filter (* itu lho, film negatif yang biasa dipakai kamera analog*) aku mencoba potret matahari yang terhalang oleh bulan.
- 1548
- 1612
- 1621
- 1622 (tidak pakai filter)
- 1628 (tidak pakai filter)
- 1628 (tidak pakai filter)
- 1631
- 1632
Selepas 1632 masih sempat lihat bayangan GMS melalui pantulan di kaca jendela, tapi cuma beberapa menit saja, selanjutnya awan sudah tidak bisa diajak kompromi lagi karena mulai berkumpul di langit barat daya kota Cimahi.
Gerhana Matahari tahun akan terjadi lagi pada tanggal 22 Juli 2009, tapi kali ini tidak bisa diamati dari Indonesia. Sedangkan dalam jangka waktu yang dekat, tanggal 9 Februari 2009 penduduk Indonesia bisa menikmati Gerhana Bulan
Foto-foto gerhana matahari tanggal 26 Januari 2009 yang lebih berkualitas bisa dilihat disini sareng didieu









kualitas gerhana nya emang ga bagus diet tp warna fotonya bagus, romantis gitu, rada2 ngepink.