17
Mar
08

KTP Baru, NIK Baru Juga. Payah !

Akhirnya KTP versi SIMDUK-ku habis masa berlakunya pada tahun ini. Saatnya untuk menjajal software buatan Depdagri yang terkenal dengan nama Sistem (Informasi) Administrasi Kependudukan atau yang disingkat SIAK atau SAK.

SAK inilah yang membuat perusahaan tempat aku dulu bekerja kalang kabut, bagaimana tidak, software andalan kami -SIMDUK- secara tragis harus tergusur oleh software baru yang databasenya sudah tersentralisasi di pusat.

Pada kesempatan ini juga aku berkesempatan merasakan bagaimana rasanya menjadi penduduk yang diambil fotonya oleh petugas. Selama ini aku lebih sering berada pada posisi petugas pengambil foto dan pencatat data penduduk yang akan membuat KTP saat menjadi anggota tim support implementasi SIMDUK di Kota Surabaya dan Kabupaten Sragen (Sebenarnya aku adalah seorang programmer, tapi karena kekurangan staf akhirnya harus turun gunung menjadi anggota tim support juga) :lol:

Sejak tahun 1999 sampai 2013 nanti aku sudah mempunyai empat Nomor Induk Kependudukan yang berbeda. Tiga diantaranya berbeda karena adanya pemekaran daerah yang menyebabkan kode wilayah berubah serta satu karena keteledoran petugas kependudukan. Keempatnya sampai saat ini tetap aku simpan di dompet, karena ada beberapa transaksi bank yang mewajibkan nomor KTP pada saat pertama kali register harus sama dengan KTP yang berlaku *bank yang satu ini memang rese, gak ngikutin perkembangan otonomi daerah*

Tahun 1999 Cimahi masih tergabung dalam kekuasaan kabupaten Bandung dengan kode wilayah 101639 (Cimahi Utara). Pada 2002 status Cimahi sudah menjadi Kota, sehingga kode wilayahnya ikut berubah menjadi 105602 (Cimahi Utara). Tahun 2003 setelah menikah aku mengajukan Pisah KK dari keluarga utama, namun parahny, oleh petugas kecamatan NIK-ku ikut diubah nomor urutnya, padahal seharusnya NIK harus tetap hanya mendapatkan Nomor KK yang baru.

Pisah KK adalah salah satu transaksi kependudukan yang menyebabkan seorang pemohon mempunyai Kartu Keluarga yang berbeda dengan keluarga induk, tetapi beralamat sama dengan alamat keluarga induk.

Tahun 2008 ini Dinas Kependudukan Kota Cimahi sudah memakai SIAK sejak beberapa tahun belakangan. Karena adaperaturan yang mengharuskan perubahan kode wilayah, maka berubah kembali NIK seluruh warga Kota Cimahi.

Yang patut disayangkan adalah, mengapa pada saat migrasi data semua data penduduk tidak diganti kode wilayahnya saja, toh kode tanggal lahir dan nomor urut sudah cukup diambil dari data yang lama. Kode wilayah Kecamatan Cimahi Utara saat ini adalah 337703.

Semoga ditahun-tahun mendatang jika ada perubahan sistem kependudukan janganlah ikut mengubah kode wilayah ini. Jika kejadian ini terus berulang bagaimana dan kapan Indonesia bisa menerapkan NIT (Nomor Induk Tunggal) atau yang dikenal di negara-negara maju sebagai SIN (Single Identity Number).

Gak ada yang nanya sih, tapi…. (nyontek format buku “Einstein aja gak tau”)

Bagaimana cara membedakan jenis pemilikKTP hanya dilihat dari nomor KTP-nya saja, tanpa melihat nama dan foto ?

Nomor Induk Kependudukan yang lebih dikenal dengan Nomor KTP terdiri dari 16 digit ABCDEFGHIJKLMNOP dimana :

AB : Kode Propinsi
CD : Kode Kabupaten atau Kota (Biasanya untuk Kota kodenya di atas 70)
EF : Kode Kecamatan
GH: Tanggal lahir
IJ : Bulan lahir
KL : Tahun lahir
MNOP : Nomor urut

Untuk menjawab pertanyaan di atas kuncinya adalah digit GH (tanggal lahir) untuk penduduk pria tidak ada yang istimewa, tetapi untuk penduduk wanita, kode tanggal lahirnya ditambah dahulu dengan angka 40. Misal untuk seseorang yang lahir pada tanggal 27 April 1977 akan mempunyai NIK

ABCDEF270477MNOP (pria)

atau

ABCDEF670477MNOP (wanita)

Satu lagi, untuk nomor urut, nomor ini diurutkan berdasarkan penduduk yang tanggal lahirnya sama dalam satu kecamatan. Jika seseorang mendapatkan nomor urut 0009 artinya penduduk tersebut adalah orang yang kesembilan di sebuah kecamatan tertentu yang bertanggal lahir sama dengan 8 penduduk yang terlebih dahulu terdaftar di database kependudukan.

Semoga bermanfaat :)

About these ads

26 Responses to “KTP Baru, NIK Baru Juga. Payah !”


  1. 1 edoca
    Jumat, 21-Maret-2008 pukul 6:17 pm

    Salam kenal,
    wah asik juga bisa punya 4 KTP ya.

    Kalau Simduk sudah tidak digunakan, perusahaannya sekarang bikin apa dong?
    apakah ikutan bikin SIAK juga?

    Salam

    eenoth@gmail.com

  2. Sabtu, 22-Maret-2008 pukul 7:20 am

    :: edoca
    Waktu kami ‘bersaing’ implementasi simduk versus siak di Kab Sragen, yang aku tau SIAK itu adalah software produksi Depdagri, entah mereka develop sendiri atau ada backup swasta dibelakangnya :)
    Terakhir yang aku dengar beritanya, SIAK atau SAK ini banyak versinya lho.

    Btw, aku sih sekarang sudah tidak terjun di dunia per-software kependudukan lagi, soalnya kantor tempatku bekerja sekarang ini core bussinesnya berbeda jauh

  3. Jumat, 28-Maret-2008 pukul 5:28 pm

    KTP SIAK gak rapih pembuatan nya,,
    Foto ku miring. He3x

  4. 4 nymcast
    Minggu, 6-April-2008 pukul 7:16 pm

    yup, SIAK ga keren … banyak proses manualnya, foto2 banyak yang ga proporsianal. btw, depdagri belum berhasil membujuk DKI Jakarta menggunakan SIAK, akhirnya pake strategi “desa kepung kota”. salam kenal om… dari gw yg bikin simduk DKI Jakarta

  5. Selasa, 12-Agustus-2008 pukul 4:01 pm

    Salam kenal. Saya ingin bikin aplikasi toko online berbasis website yang proses pendaftarannya menggunakan nomor KTP salah satunya. Nah, kalo mau cari kode wilayah KTP itu dimana ya ? Udah googling masih belum nemu. Untuk jaga-jaga kalo calon pelanggan daftar dengan menggunakan KTP palsu. Makasih sebelumnya.

  6. Selasa, 12-Agustus-2008 pukul 4:42 pm

    Wah agak susah juga menemukan data kode wilayah Indonesia di internet.
    Kalau mas kebetulan berada di Jakarta, bisa coba datang ke Dirjen Administrasi Kependudukan Depdagri di daerah Kalibata Jaksel. Mungkin disana bisa didapatkan data kode wilayah Indonesia yang lengkap.

    Dulu sih aku pernah lihat di Peta Daerah Pemilihan di situs http://www.kpu.go.id ada peta beserta kode-kode daerah mulai dari tingkat kecamatan. Mungkin bisa dicoba masuk kesana, dan cari peta daerah pemilihan.

    Semoga berhasil :)

  7. 7 Fechri
    Senin, 22-September-2008 pukul 2:07 am

    300 juta penduduk amerika, cuman butuh 9 digit!!!

    Form applikasinya juga ngga detai banget … cuman :
    1.nama lengkap
    2.alamat.
    3. kewarganegaraan
    4.jenis kelamin
    5 etnik
    6.tanggal lahir tempat lahir
    7.nama ibu sebelum kawin
    8.nomor SIK ibu.
    9.nama bapak
    10. nomor bapak
    11. tanggal, tanda tangan..

    sudah..

    Nomornya juga cuman 9 digit. Dibagi menjadi :
    – 3 digit pertama = region
    – 2 digit selanjutnya = group
    – 4 digit setelahnya = serial

    Dengan begitu, ada sekitar 989 juta unik nomor yang bisa dihasilkan.
    Kemudian nomornya bisa di recycle.

    Setelah 250 tahun amerika memiliki 300 juta penduduk. Skema 9 digit ini lebih dari cukup.
    Gampang dihapal, tidak mengandung huruf dll…sejak pertama kali digunakan tahun 1936 juga cuman sedikit (tidak signifikan) perubahannya.

    Kalo ada pemekaran daerah, tinggal diliat daerah itu termasuk region yang mana.
    Nomornya sama sekali ngga berhubungan dengan kecamatan, kelurahan dll, cukup dilihat dari, darimana alamat surat sang pemohon…

    Tidak mungkin ada 2 orang memiliki hari lahir sama, memiliki nomor lebih dari 1 (kecuali kalau ada anak kembar yang di namai sama.)

    BERES KAN…

    Ngga perlu mikirin yang sudah2, tinggal contoh saja dari negara yang sudah mapan.

    Memang indonesia ini kebanyakan wong pinter..
    salam

  8. Jumat, 13-Maret-2009 pukul 6:56 pm

    wah…rame nih…

    buat yg punya SC SIAK bagi dong…. kita perbaiki bareng… biar keren. Biasanya software dropping memang asal jadi… dari diknas (SAS) juga gitu, depkes juga…

    Klo software dari dinas sekedar memenuhi target anggaran, utility nomer berapa ga tahu logika mereka

  9. 9 anton
    Selasa, 14-April-2009 pukul 4:41 pm

    yang bener MNOP itu cuman nomor urut atau ada penandaaan tentang suku juga ?

  10. Selasa, 14-April-2009 pukul 4:59 pm

    MNOP itu apa ya ?

    Wah, kalau ada pengkodean yang menandakan SUKU, bisa bertambah panjang tuh nomor kependudukan, anggap kalau banyaknya suku itu ada belasan, minimal harus pakai 2 DIGIT nomor, kalau ratusan pakai 3 digit, dst dst

  11. 11 Rosy
    Minggu, 10-Mei-2009 pukul 8:43 pm

    Thank you banget informasinya.. aku baru tahu ada SIAK, walaupun selama ini aku sudah tahu ada UU 23 Tahun 2006 berarti program ini memang sudah dirancang sejak lama
    aku ada pertanyaan ini..
    1. penambahan gelar itu bisa membuat masalah g di kemudian hari?? misal di paspor, di pajak

    itu aja
    mohon jawabannya, aku lebih suka kalau dikirim lewat email…
    salam buat semua kawan2 dan salam kenal
    rosx.2008@gmail.com

  12. 12 Andi87
    Sabtu, 23-Mei-2009 pukul 11:28 pm

    Maaf Sebelumnya nih…saya minta saran dari para ahli software kependudukan atau yang udah lama di bidang ini, soalnya aku mau bikin software kependudukan buat data kependudukan di kampungku, soalnya banyak keluhan dari pada petugas pendataan, katanya setiap mendata warga perlu ditulis ualang semuany, mereka jadi males ngedata…mereka mau hal2 yang pasti tidak perlu lagi di data. mohon bantuannya….kirim email ke andi87_autojetplane@yahoo.co.id

  13. Senin, 25-Mei-2009 pukul 11:12 am

    @Rossy : Saya tidak tahu aturan SIAK yang baru itu seperti apa, apakah boleh gelar dimasukkan dalam kolom nama. Sepengetahuan saya, gelar boleh saja diikutsertakan selama tidak ‘mengganggu’ nama asli sang pemilik nama. Maksudnya mengganggu adalah gelar yang terlalu banyak sehingga membuat panjang nama yang tercantum di KTP. Nama yang tercantum di KTP ini biasanya dijadikan rujukan oleh dokumen-dokumen yang lain semisal Paspor, Surat Nikah, NPWP dan dokumen-dokumen resmi lainnya.

    @Andi87 : Kalau sebelumnya sudah ada sistem kependudukan, mengapa tidak dicoba membuat aplikasi kecil untuk meng-convert data dari tabel-tabel yang sedang dipakai ke tabel-tabel yang Andi buat untuk kebutuhan Andi sendiri ? Kan tinggal dimapping tabel dan filed mana saja yang akan dipakai.
    Jika terjadi perbedaan jumlah field, bisa diakalin dengan membuat default value di tabel yang baru.

    Semoga bisa membantu :)

    • 14 Andrie26
      Kamis, 22-November-2012 pukul 5:19 pm

      Sekedar informasi sekarang sudah di-launching SIAK 2011 versi 2.2 (yang terbaru adalah versi 3.0) di mana di dalamnya sudah ada opsi menambahkan gelar (akademis, kebangsawanan, keagamaan) yang terpisah dari kolom nama. Yang mana opsi tersebut bisa untuk mencantumkan gelar atau tidak pada nama. Jadi tidak akan mengganggu nama apabila di-sort.

  14. 15 rosx
    Kamis, 4-Juni-2009 pukul 11:43 pm

    kalau seandainya sudah ada paspaor and pajak
    kemudian di KTP di tambahin gelar jadi gimana dong
    ini yang buat aku khawatir di kemudian hari
    dah tahu gmn administrasi…

    • Jumat, 5-Juni-2009 pukul 8:57 am

      Memangnya sewaktu membuat Paspor dan NPWP penulisan namanya tidak mengacu pada nama yang tertera di KTP ?

      Sebenarnya masalah seperti inilah yang akan timbul jika Indonesia tidak segera menganut sistem Single Identity Number, penduduk Indonesia jadi punya banyak dokumen dengan banyak nomor juga dan data esensial yang kadang berbeda antara satu dokumen dan dokumen lainnya.

  15. 18 ros
    Senin, 10-Agustus-2009 pukul 7:05 am

    antara KTP and paspor jadi beda

    • Selasa, 11-Agustus-2009 pukul 11:04 am

      Diubah saja salah satu dokumen tersebut, entah KTPnya atau Paspornya supaya informasi Nama di kedua dokumen tersebut menjadi sama.

      Cuma, jika yang diubah adalah data di KTP, nantinya selain harus cetak ulang KTP, Kartu Keluarga (KK) pun harus di ikut di cetak ulang, karena bila data di KTP berubah, otomatis data di KK pun ikut berubah sesuai dengan yang ada di KTP.

  16. 20 Andrie26
    Senin, 26-April-2010 pukul 9:03 am

    Salam kenal. Sebenernya kalo mau jujur, masing-masing program baik SIAK maupun SIMDUK ada kelebihan maupun kekurangannya. Cuma kayanya program SIAK memang lebih baik dari SIMDUK. Saya udah ngerasain keduanya. Soalnya saya operator di Kecamatan sejak tahun 2002. Jadi lumayan lah.

  17. 21 Gatholoco
    Minggu, 30-Januari-2011 pukul 10:41 am

    Jancouk kabeh, katanya mau bangun bangsa tapi software gak di opensource gak dishare secara gratis biar desa2 bisa ngitung warganya secara pasti. Satu software ginian harganya diatas 3 jt, lebih mahal dari harga windows 7

  18. 22 akhyari
    Kamis, 6-September-2012 pukul 12:32 am

    trima kasih atas pencerahanya, tentang nomor nik, oya mau tanya mengapa untuk wanita harus di tambh 40 mohon di kasih pencerahan maksaih

    • 23 Andrie26
      Kamis, 22-November-2012 pukul 5:14 pm

      NIK perempuan ditambah 40 dari tanggal lahirnya hanya untuk membedakan jenis kelamin saja. Maka NIK ******01**** **** berarti laki-laki. NIK ******41**** **** berarti perempuan. NIK ******11**** **** berarti laki-laki. NIK ******51**** **** berarti perempuan. NIK ******21**** **** berarti laki-laki. NIK ******61**** **** berarti perempuan. NIK ******31**** **** berarti laki-laki. NIK ******71**** **** berarti perempuan.

  19. Rabu, 21-November-2012 pukul 11:56 am

    Makasih mas atas infonya..
    baru cari cari info tentang nik eh ketemu ini..
    sekalian ijin buat dijadikan referensi di situs saya..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Pengunjung

Blog Stats

  • 301,117 hits

Yang Lagi Baca Cingciripit

website stats

Yahoo! ID : king_mercury95

Kalendar

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: