Belum hilang rasa terkejut atas kedatangan asteroid 2007 TU24 pada akhir Januari 2008 yang lalu, sebuah asteroid lagi dideteksi melintasi orbit antara Bumi dan Bulan. Pada tanggal 5 Februari 2008, sebuah asteroid yang diperkirakan berukuran 8 – 15 meter yang diketahui hanya dua hari sebelum mencapai jarak terdekat dengan bumi. Asteroid yang kemudian diberi nama ilmiah 2008 CT1 ini melintasi orbit bumi dengan jarak ± 135.000 kilometer dari permukaan bumi. Asteroid ini ditemukan oleh Lincoln Near Earth Asteroid Research (LINEAR) project, dengan menggunakan teleskop robotik di White Sands Missile Range, New Mexico.
Meskipun Asteroid ini ukurannya ’sangat’ kecil, tapi batu angkasa sekecil apapun bisa sangat membahayakan. September 2007 yang lalu, sebuah meteorit berukuran 2 x 2 meter jatuh di Peru dengan meninggalkan kawah berdiameter 13 meter. Penyebab musibah Tunguska pada awal abad 20 dipercaya adalah sebuah batu (asteroid atau meteorit ?) berdiameter 35 meter, bahkan belum sempat menyentuh permukaan bumi. Batu tersebut meledak beberapa kilometer di atas permukaan bumi, mengakibatkan gelombang kejut yang menghancurkan daratan di bawahnya.

(Salah satu akibat dari meledaknya batu angkasa di atas permukaan daratan Tunguska)
Asteroid 2008 CT1 kemungkinan akan melintasi orbit bumi pada kisaran tahun 2041, meskipun orbitnya belum dipelajari secara detil, sehingga prediksi ini bisa saja meleset.
LINEAR menggunakan teleskop Ground-based Electro-Optical Deep Space Surveillance (GEODSS), dan sampai saat ini berhasil mendeteksi lebih dari 3 Juta asteroid sejak tahun 1998, dimana dari jumlah tersebut 70% diantaranya adalah asteroid yang dekat dengan bumi (benar gak ya terjemahannya, bahasa tekniknya sih near-Earth asteroids)

0 Tanggapan ke “Lagi, Sebuah Asteroid Melintas Dekat Bumi”